Mengembangkan Ide-ide dahsyat dalam pembuatan Kreatif Iklan
Sebuah kreatifitas dalam periklanan tidaklah muncul secara tiba-tiba
namun merupakan suatu proses. Kita harus melakukan pendekatan-pendekatan
yang disusun dengan baik.
Iklan yang baik adalah iklan yang mendapat perhatian (StandOut) di tengah iklan-iklan lain, menarik minat dan selalu diingat.
Iklan yang Standing out memiliki daya pikat dan kekuatan yang berasal dari ide yang menarik dan relevan bagi konsumen.
Cara-cara paling umum yang dilakukan untuk mempersiapkan konsep iklan adalah dengan 4G yaitu :
– Grab , yaitu mengumpulkan informasi , data dan latar belakang untuk memecahkan masalah
– Grow, Yaitu proses mengembangkan ide atau gagasan.
– Grope, Upaya mencari dan me reka-reka pemecahan masalah yang sesuai.
– Gain, usaha menambahkan unsur tertentu untuk mendapatkan gagasan yang lebih tepat dan lebih kuat dari ide tersebut.
Kreatifitas mengembangkan konsep Iklan dapat dilakukan dengan
langkah-langkah yang didasari berbagai pertimbangan sebagai berikut :
1. Ikuti kata hati yang paling dalam
Penggagas Apple product, Steve Jobs selalu mengikuti kata hatinya,
dan ia sukses menciptakan perbedaan besar. Inilah yang kerap disebut
orang sebagai passion, yang menjadi bahan bakar bagi semangat, energi, kegembiraan, dan kreativitas.
“Kata hatimu adalah ide yang belum terjangkau oleh orang lain,
ketika keluar dari kepalamu jadikan itu sesuatu yang tak terbantahkan”
2. Hal yang Unik dan tidak pasaran (Anti mainstream/Irreverence)
Setiap iklan harus mampu menampilkan keunikan produk, bukan sekedar
permainan kata-kata atau keindahan, tetapi suatu bentuk dari produk
yang diimajinasikan berbeda, tidak seperti yang lain namun tetap relevan.
Cara yang Irreverence adalah Bagaimana cara menampilkan keunikan
produk, keuntungan dan kelebihan yang ada atau dengan pembedaan visual
komunikasi untuk dimanfaatkan sebagai “Claim”atas produk tersebut yang
tidak dimiliki oleh produk-produk lain.
3. Pendekatan yang rasional
Pendekatan rasional ditekankan pada segi praktis, fungsi dan kegunaan produk
yang dikaitkan dengan kebutuhan konsumen terhadap suatu produk. Ini
dimanfaatkan sebagai pertimbangan rasional sasaran untuk menggunakan
produk tertentu. Isi pesan biasanya didasari pada fakta, proses belajar,
ataupun persuasi secara rasional.
Dasar yang dapat digunakan sebagai daya tarik rasional, antara lain :
kenyamanan, kenikmatan, ekonomis, kesehatan, kualitas, optional,
kekuatan, efisiensi, kemanjuran maupun penampilan produk dan lainnya.
bisa juga dengan pendekatan stimulasi tertentu, seperti tekstur, rasa
atau aroma.
4. Mencari cara pandang (Route) yang lain dari ide yang sama
Kita sering menemukan konsep-konsep iklan dengan materi komunikasi
yang sama atau mirip, kalaupun kebetulan materi yang dipersiapkan tidak
berbeda, tetapi bisa dicari jalan (Route) yang lain dengan melihat dari
sudut pandang berbeda, misalnya konsep awal adalah “solusi bagaimana cara membersihkan peralatan dapur, yaitu dengan produk ini” maka route yang lain adalah “produk ini dapat membersihkan apa saja, termasuk peralatan dapur”
5. Memutar Ide dasar (Twist) menjadi sesuatu yang lebih dahsyat
Sebuah konsep yang sudah ada ketika kita mencoba untuk “membangun kembali” agar lebih berkarakter atau unik bisa dilakukan “pemodifikasian bentuk(twist)” menjadi bentuk baru yang lebih unik dan kadang terlihat menggelitik.
Inilah tujuannya agar tampilan baru ini menjadi berbeda dan harus lebih
berkarakter agar konsumen menjadi terpukau dan tertarik.
6. Pendekatan sudut pandang super detail
Banyak cara untuk membuat sesuatu itu menjadi ‘lebih hebat’ walau
sebenarnya tidak seperti itu kenyataannya. Namun cara menampilkan yang
tidak biasa dibuat orang lain tetap memukau, seperti cara menimbulkan
hal yang sangat detail, sangat dekat atau terlihat sangat lengkap.
Misalnya produk televisi, semua televisi mempunyai fitur yang kurang
lebih sama, namun dalam hal ini ditampilkan penjelasan atau detail salah
satu fitur secara luar biasa lengkap, besar atau sangat dekat.
sehingga konsumen merasa baru mengalami atau mengetahui kehebatan fitur
tersebut.
7. Masukkan unsur kelucuan atau Humor
Dalam sebuah konsep, unsur humor selalu berhasil memberikan rasa nyaman dan menarik untuk diketahui. Rasa nyaman ini menghilangkan kejenuhan penerimaan konsumen terhadap berbagai penawaran, menemukan imajinasi yang baru dan membantunya untuk mengingat kembali.
Efektifitas unsur humor dalam iklan
banyak digunakan para praktisi iklan untuk menciptakan tampilan yang
baru dalam iklan-iklan yang biasa tampil dengan cara yang datar.
8. Coba Kembali ke masa lalu
Retro concept, ini opsi yang jarang digunakan karena bisa
menimbulkan image ketinggalan jaman, namun bisa dilakukan dengan skema
storyline tentang “perkembangan sesuatu” atau membandingkan dulu
dengan sekarang agar konsumen menyadari kemajuan yang sudah dicapai
sebuah produk, bisa juga hanya tampilan ilustrasi visual editing yang
bercorak retro untuk menciptakan keindahan yang sedikit unik.
9. Makna yang dalam dan menyentuh
Daya tarik emosional berkaitan dengan kebutuhan psikologis atau kebutuhan sosial target konsumen dalam memilih suatu produk.
Sering terjadi konsumen memilih suatu produk hanya karena suka saja
tanpa pertimbangan kualitas, keistimewaan atau kegunaan produk itu
sendiri. Untuk produk-produk tertentu, Daya tarik rasional sering
dianggap kurang tajam untuk menarik perhatian konsumen.
Menonjolkan sisi dramatis dari kelebihan/keunggulan suatu produk atau perbedaannya, efektif memberikan rangsangan ketertarikan secara spontan dan dalam, ini membantu ingatan dan keinginan yang kuat untuk memiliki.
Banyak cara-cara menstimulasi kekuatan sebuah konsep iklan
menjadi lebih berkarakter, berbeda dan unik. Hal ini memberikan reaksi
yang bagus dari konsumen terhadap penampilan produk tersebut. reaksi
inilah yang dimanfaatkan sebagai cara komunikasi visual yang efektif
dalam sebuah iklan. Kepintaran konseptor untuk membangun suatu bentuk
komunikasi yang dapat “bekerja sendiri” ini yang akan membuat Brand sebuah produk akan meningkat.
Selamat berkarya.
Sumber :http://klopidea.com/mengembangkan-ide-ide-dahsyat-dalam-pembuatan-kreatif-iklan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar